top of page

Looking at The Bright Side: Can Bad Personality Traits Create Great Entrepreneurs?

Dalam dunia bisnis modern, tokoh seperti Elon Musk sering dipandang sebagai figur yang paradoksal. Di satu sisi, mereka memiliki visi besar, energi tinggi, dan dorongan kuat untuk mengubah dunia. Namun di sisi lain, kepribadian mereka kerap dianggap kontroversial, bahkan “gelap”. Artikel ilmiah berjudul The bright side of a dark personality – How dark triad traits influence entrepreneurial passion mencoba menjelaskan fenomena tersebut secara akademis. Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat-sifat kepribadian yang selama ini dianggap negatif ternyata dapat menjadi sumber gairah kewirausahaan (entrepreneurial passion).

Penelitian ini menantang paradigma tradisional dalam psikologi organisasi yang menganggap sifat “gelap” hanya menghasilkan perilaku destruktif, manipulatif, dan tidak etis. Sebaliknya, studi ini menunjukkan bahwa dalam konteks kewirausahaan, sifat-sifat tersebut justru dapat menjadi energi psikologis yang mendorong seseorang untuk terus menciptakan, mendirikan, dan mengembangkan bisnis.

Identity Theory sebagai Kerangka Utama

Penelitian ini menggunakan Identity Theory sebagai dasar teoritis utama. Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan merasa puas, bersemangat, dan termotivasi ketika aktivitas yang dilakukan sesuai dengan identitas dirinya. Dengan kata lain, individu cenderung menikmati pekerjaan yang mencerminkan karakter dan kepribadian mereka.

Dalam konteks kewirausahaan, entrepreneurial passion muncul ketika seorang pengusaha menjalankan aktivitas bisnis yang selaras dengan identitas personalnya.

Dark Triad: Tiga Sifat “Gelap” dalam Kepribadian

Istilah Dark Triad mengacu pada tiga sifat kepribadian yang secara sosial sering dianggap negatif:

1. Machiavellianisme

Sifat ini ditandai oleh pola pikir “tujuan lebih penting dari cara” (The Ends Justify The Means). Individu Machiavellian cenderung strategis, manipulatif, berorientasi pada kontrol, dan memiliki ambisi tinggi terhadap status sosial maupun kekuasaan.

2. Narsisme

Narsisme berkaitan dengan rasa percaya diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, serta keyakinan bahwa diri sendiri istimewa dibanding orang lain. Individu narsis sangat menyukai perhatian dan pengakuan publik.

3. Psikopati (Sub-klinis)

Psikopat dalam penelitian ini tidak merujuk pada gangguan kriminal ekstrem, melainkan sifat seperti impulsivitas, keberanian mengambil risiko, pencarian sensasi (thrill-seeking), serta rendahnya rasa takut dan empati.

Entrepreneurial Passion

Penelitian ini membagi entrepreneurial passion menjadi tiga domain utama:

1. Passion for Inventing

Gairah dalam menemukan ide baru, menciptakan inovasi, dan mencari solusi atas kebutuhan pasar.

2. Passion for Founding

Gairah dalam mendirikan perusahaan, mencari modal, dan membangun bisnis baru dari nol.

3. Passion for Developing

Gairah dalam mengembangkan bisnis yang sudah berdiri, memperbesar organisasi, meningkatkan pendapatan, dan memperluas tim.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara dark triad traits dan entrepreneurial passion. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi konfigurasi sifat kepribadian yang menghasilkan tingkat passion kewirausahaan yang tinggi pada domain inventing, founding, dan developing.

Sampel dan Prosedur Pengumpulan Data

Data dikumpulkan dari entrepreneur di Jerman melalui survei daring pada November 2018. Peneliti memperoleh kontak responden dari beberapa basis data startup utama seperti Crunchbase, deutsche-startups.de, dan gruenderszene.de. Sebanyak 4.000 entrepreneur dihubungi melalui email dan diperoleh total 264 respons.

Setelah proses penyaringan, sebanyak 34 respons dieliminasi karena responden tidak memenuhi definisi entrepreneur (tidak mendirikan usaha atau tidak memegang posisi kepemimpinan). Selain itu, 11 respons dihapus karena memiliki missing values. Dengan demikian, total sampel akhir yang digunakan dalam analisis berjumlah 219 entrepreneur.

Karakteristik sampel menunjukkan dominasi entrepreneur laki-laki (88,1%), dengan mayoritas berada pada rentang usia 31–40 tahun. Sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan bisnis dan teknologi, serta bergerak di sektor IT/software.

Pengukuran Variabel

Dark Triad Traits

Variabel dark triad diukur menggunakan skala 27-item yang dikembangkan oleh Jones dan Paulhus (2014). Instrumen ini membagi kepribadian gelap ke dalam tiga dimensi utama: Narsisme, Machiavellianisme, dan Psikopat. Setiap dimensi awalnya diukur menggunakan sembilan pertanyaan. Namun, beberapa pertanyaan dihapus karena tidak cukup merepresentasikan variabel yang diukur. Nilai akhir setiap variabel kemudian dihitung berdasarkan rata-rata jawaban dari pertanyaan yang memenuhi kriteria analisis.

Untuk mengukurnya, peneliti meminta responden menilai tingkat persetujuan mereka terhadap berbagai pernyataan yang merepresentasikan masing-masing sifat. Narsisme diukur melalui pernyataan yang mencerminkan rasa percaya diri dan kebutuhan akan pengakuan, seperti “Orang lain melihat saya sebagai pemimpin alami” atau “Saya senang menjadi pusat perhatian.” Machiavellianisme diukur melalui pernyataan yang menunjukkan kecenderungan berpikir strategis dan memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuan, misalnya “Tidak bijak menceritakan rahasia kepada orang lain” dan “Apa pun yang diperlukan, Anda harus mendapatkan orang-orang penting di pihak Anda.” Sementara itu, psikopati diukur melalui pernyataan yang menggambarkan keberanian mengambil risiko, kurangnya penyesalan, dan kecenderungan melanggar norma, seperti “Saya terkadang terlibat dalam situasi berbahaya” atau “Saya akan mengatakan apa saja untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.”

Entrepreneurial Passion

Variabel entrepreneurial passion diukur menggunakan instrumen dari Cardon et al. (2013) yang terdiri atas tiga domain:

  • Passion for Inventing (5 item)

  • Passion for Founding (4 item)

  • Passion for Developing (4 item)

Seluruh item diukur menggunakan skala Likert 7 poin, mulai dari 1 (strongly disagree) hingga 7 (strongly agree).

Untuk mengukur entrepreneurial passion, responden diminta menilai seberapa besar mereka merasakan antusiasme terhadap tiga aktivitas utama kewirausahaan. Passion for inventing mencakup ketertarikan dalam menciptakan ide, produk, atau solusi baru, misalnya “Menemukan cara baru untuk menyelesaikan kebutuhan pasar yang belum terpenuhi membuat saya bersemangat.” Passion for founding mencerminkan antusiasme dalam membangun dan memiliki bisnis, seperti “Mendirikan perusahaan baru membuat saya bersemangat.” Sedangkan passion for developing menggambarkan semangat untuk mengembangkan bisnis yang sudah ada, misalnya “Menemukan orang yang tepat untuk memasarkan produk atau jasa saya adalah hal yang saya sukai” dan “Membina serta mengembangkan perusahaan merupakan bagian penting dari diri saya.”

Uji Validitas dan Reliabilitas

Peneliti melakukan uji validitas konstruk, reliabilitas, dan validitas diskriminan untuk mengevaluasi kualitas instrumen penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi standar pengukuran yang diperlukan, sehingga instrumen dianggap mampu mengukur variabel secara akurat, konsisten, dan tidak tumpang tindih dengan konstruk lainnya.

Untuk meminimalkan potensi bias dalam pengumpulan data, peneliti menerapkan prosedur yang direkomendasikan oleh Podsakoff dkk. (2012) serta melakukan Marker Variable Test dan Social Desirability Bias Test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan yang berarti pada hubungan antarvariabel setelah dilakukan pengendalian bias, sehingga common method bias tidak menjadi masalah yang signifikan dalam penelitian ini.

Teknik Analisis Data: fsQCA

Penelitian ini menggunakan fuzzy-set Qualitative Comparative Analysis (fsQCA) sebagai teknik analisis utama. Berbeda dengan regresi linear tradisional yang menilai pengaruh independen setiap variabel, fsQCA berfokus pada kombinasi kondisi (configurations) yang secara simultan menghasilkan suatu outcome.

Pendekatan ini dipilih karena:

  1. Dark triad traits bersifat multidimensional dan saling berkorelasi.

  2. Entrepreneurial passion diasumsikan muncul melalui berbagai jalur kausal (equifinality).

  3. Individu dapat memiliki kombinasi tingkat narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati yang berbeda-beda.

Sebelum melakukan analisis fsQCA, peneliti terlebih dahulu mengubah seluruh data ke dalam skala keanggotaan yang menunjukkan tingkat keterkaitan suatu kasus dengan kondisi yang diteliti. Proses kalibrasi ini dilakukan menggunakan metode langsung dengan menetapkan batas untuk kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan distribusi data responden, sehingga data dapat dianalisis menggunakan pendekatan fuzzy-set.

Setelah itu, analisis fsQCA dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian kondisi yang bersifat wajib (necessary conditions) dan pengujian kombinasi kondisi yang memadai (sufficiency conditions). Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dimensi Dark Triad yang menjadi syarat mutlak untuk menghasilkan entrepreneurial passion. Sebaliknya, entrepreneurial passion muncul melalui berbagai kombinasi sifat Dark Triad, yang menunjukkan bahwa tidak ada satu profil kepribadian tunggal yang menentukan munculnya passion dalam berwirausaha.


Hasil Penelitian

Konfigurasi Entrepreneurial Passion for Inventing

Hasil fsQCA menunjukkan tiga konfigurasi utama yang menghasilkan tingkat tinggi passion for inventing:

  1. Tingkat narsisme yang tinggi

  2. Tingkat machiavellianisme yang tinggi

  3. Tingkat psikopati yang tinggi

Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi sifat yang ditemukan memiliki hubungan yang sangat kuat (0.975) dengan munculnya passion for inventing. Meski demikian, kombinasi tersebut hanya menjelaskan sekitar 28,7% kasus dalam sampel penelitian, yang menunjukkan bahwa masih terdapat faktor-faktor lain di luar Dark Triad yang turut berperan dalam membentuk entrepreneurial passion.

Konfigurasi Entrepreneurial Passion for Founding

Pada domain founding, ditemukan dua konfigurasi utama:

  1. Machiavellianisme tinggi

  2. Psikopati tinggi

Konfigurasi ini juga menunjukkan nilai consistency cukup tinggi sebesar 0,874. Dengan demikian, sekitar 45,5% variasi entrepreneurial passion for founding dapat dijelaskan oleh kombinasi konfigurasi kedua dark triad tersebut.

Konfigurasi Entrepreneurial Passion for Developing

Pada domain developing, ditemukan dua konfigurasi dominan:

  1. Narsisme tinggi

  2. Machiavellianisme tinggi

Overall solution consistency mencapai 0,953 dengan coverage sebesar 0,608, yang menunjukkan bahwa konfigurasi ini memiliki penjelasan kasus paling tinggi dibanding domain passion lainnya.


Peneliti juga melakukan uji robustness untuk memastikan kestabilan hasil penelitian. Pengujian ini dilakukan dengan mengubah beberapa parameter analisis dan menunjukkan bahwa temuan utama tetap konsisten. Dengan demikian, hasil penelitian dinilai cukup kuat dan tidak sensitif terhadap perubahan prosedur analisis.

Interpretasi Statistik Utama

Secara umum, hasil penelitian menunjukkan prinsip equifinality, yaitu adanya banyak jalur kausal yang dapat menghasilkan entrepreneurial passion yang sama.

Selain itu, Machiavellianisme muncul sebagai kondisi yang paling konsisten di seluruh domain entrepreneurial passion karena hadir pada:

  • inventing,

  • founding,

  • dan developing.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kebutuhan akan kontrol, status, dan manipulasi strategis memiliki hubungan yang sangat kuat dengan aktivitas kewirausahaan.

Kesimpulan

1. Satu Sifat Saja Sudah Cukup

Penelitian ini menemukan bahwa seseorang tidak perlu memiliki seluruh paket Dark Triad sekaligus. Memiliki satu sifat dominan saja sudah cukup untuk memunculkan entrepreneurial passion tertentu.

2. Machiavellianisme Paling Konsisten

Machiavellianisme menjadi satu-satunya sifat yang berhubungan dengan ketiga domain passion: inventing, founding, dan developing.

Artinya, individu dengan Machiavellianisme tinggi cenderung memiliki gairah kuat di seluruh tahapan bisnis.

3. Dark Traits Tidak Selalu Buruk

Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat-sifat “gelap” tidak selalu menghasilkan dampak negatif. Dalam konteks entrepreneurship, sifat tersebut dapat menjadi sumber motivasi, keberanian, dan ketahanan mental.

Opini Penulis

Menurut saya, penelitian ini sangat menarik karena memberikan sudut pandang yang lebih realistis terhadap dunia bisnis. Selama ini, banyak teori manajemen menggambarkan pemimpin ideal sebagai sosok yang empatik, hangat, dan altruistik. Namun realitas dunia startup sering kali jauh lebih keras.

Dalam praktiknya, keberanian mengambil risiko, obsesi terhadap keberhasilan, kebutuhan akan pengakuan, bahkan kecenderungan manipulatif kadang menjadi faktor yang membuat seorang founder mampu bertahan menghadapi tekanan ekstrem. Penelitian ini membantu kita memahami bahwa kepribadian manusia tidak selalu hitam-putih.

Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana memanfaatkan energi dan passion yang lahir dari sifat-sifat tersebut tanpa membiarkan sisi negatifnya merusak budaya organisasi dan kesejahteraan karyawan.

Referensi

The bright side of a dark personality – How dark triad traits influence entrepreneurial passion — Schmidt, C. V. H., Rössig, S.-A., Ruth, M., & Flatten, T. C. (2025). Journal of Business Research, 186, 115044.


 
 
 

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page